|
Blessingfor Myfamily
Keluarga yg diberkati
Jumat, 25 Mei 2012
Check out my photos on Facebook
Kamis, 22 Maret 2012
Joice Hadisiswoyo mengundang Anda untuk saling terhubung
Email ini dikirim ke Anda oleh sistem otomatis - mohon tidak membalas secara langsung
| |||||
Bermasalah dengan tombol di atas? Klik link di bawah atau salin dan tempel di panel alamat browser Anda:
http://invite.msg.yahoo.com/invite?op=accept&intl=id&sig=4MM0XXP.x0RCkvi9JEWk30nQCPmdbZjD9x3dGghx_33._llxR4I0LJPtroHCMGVbVcoTlA--
http://invite.msg.yahoo.com/invite?op=accept&intl=id&sig=4MM0XXP.x0RCkvi9JEWk30nQCPmdbZjD9x3dGghx_33._llxR4I0LJPtroHCMGVbVcoTlA--
Rabu, 07 Desember 2011
Fwd: renungan harian online
Begin forwarded message:
renungan harian online
renungan harian online
![]()
Posted: 06 Dec 2011 08:00 AM PST
Ayat bacaan: Matius 19:5-6a
=======================
"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu."2 Become 1 yang dulu sempat populer dinyanyikan oleh group pop fenomenal asal Inggris Spice Girls terdengar dari radio yang saya putar. Kata two become one, dari dua menjadi satu merupakan apa yang akan terjadi pada kita ketika kita mengakhiri masa lajang dan memasuki kehidupan berumah tangga bersama pasangan yang kita cintai. Meski saling mencintai, seringkali kehidupan berumah tangga tidak serta merta berjalan mudah. Dua orang dengan dua latar belakang, dua sifat, dua tingkah laku, dua pola pemikiran dan sebagainya seringkali membuat adanya pertentangan dalam pengambilan keputusan. Semirip-miripnya sifat dari pasangan suami istri, tentu ada saja perbedaan di antara keduanya dan apabila ini tidak disikapi dengan baik, maka perselisihan atau pertengkaran pun bisa menjadi akibatnya. Ada pula yang tidak melawan tapi di dalam merasa tertekan. Sebaliknya ada yang memberontak sehingga pertengkaran besar pun terjadi, padahal yang jadi permasalahan tidaklah parah benar.
Menyadari akan hal ini, sejak semula ketika saya menikah saya terus membicarakan banyak hal bersama istri. Kami mencoba terus mencari kesepakatan dalam menjalani hidup bukan sebagai dua, melainkan sebagai satu. Saya menekankan kerjasama satu tim yang kuat, solid, erat dan terpadu untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada atau mungkin ada kelak. Masalah seperti apapun kami hadapi bersama-sama, seiring dan sejalan. Keterbukaan dan keterusterangan sangatlah membantu. Komunikasi merupakan hal mutlak yang tidak bisa tidak. Frekuensi perselisihan pun terbukti berkurang secara drastis. Baik masalah kecil maupun besar, kami percaya ada Tuhan bertahta di atas segalanya. Biarlah semua berjalan seijin Tuhan. Berdoa, berdoa dan berdoa, untuk mencari jalan yang terbaik sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Berdiskusi lalu bersepakat dalam mengambil setiap keputusan. Walaupun terkadang keputusan secara pribadi berbeda, namun titik temu pasti selalu ada. Itulah yang kami pilih untuk dijadikan dasar dalam memutuskan sesuatu.
Bersepakat dalam segala hal antara suami dan istri atau kalau perlu melibatkan anak dan anggota keluarga lainnya akan menghasilkan sebuah keluarga dengan ikatan kuat dan harmonis. Hari-hari ini tidak jarang kita melihat suami dan istri berjalan terpisah. Suami ke kiri, istri ke kanan. Istri yang tidak mendukung suami, tidak berada di sisi suaminya ketika sang suami sedang mendapat masalah. Atau sebaliknya suami yang tidak peduli kebutuhan istrinya, menganggap istrinya tidak tahu apa-apa, memutuskan segalanya sendiri. Kesibukan yang menyita waktu membuat mesbah keluarga berantakan dan terabaikan. Semua berjalan sendiri-sendiri, dan ini bisa membahayakan kelanggengan keharmonisan keluarga. Dengarlah apa kata Yesus: "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20). Itulah kuasa yang bisa ditimbulkan dari kesepakatan dan kebersamaan. Dua atau tiga orang berkumpul, Yesus hadir, dan kesepakatan untuk meminta dalam nama Yesus akan membuat permintaan dikabulkan. Tidakkah kesepakatan itu penting jika demikian? Ini janji Tuhan. Alangkah sayangnya jika dalam sebuah rumah tangga tidak lagi ada kesepakatan, dan itu seringkali menjadi awal dari kehancuran.
Kesepakatan bisa diibaratkan sebagai sebuah teamwork atau kerjasama tim yang harmonis, saling dukung, saling bantu, saling dukung. Sebuah kesepakatan dengan dasar kasih dalam keluarga akan membawa campur tangan Tuhan ada di dalamnya, tentu saja apabila kita mau melibatkan Tuhan dan mengambil keputusan-keputusan yang tidak bertentangan dengan hukumNya. Dalam pengambilan keputusan, atau doa-doa permohonan, adakah Tuhan tetap berbicara pada kita? Ya, ada Roh Kudus yang selalu mengingatkan dan membimbing kita. Namun seringkali kita mengabaikan peringatan Roh Kudus dalam mengambil keputusan, dan cenderung lebih memikirkan kepentingan diri kita sendiri. Kita seringkali tidak melibatkan pasangan kita, apalagi Roh Kudus. Ini jelas bukan teamwork yang baik. Kerjasama tim yang baik seharusnya melibatkan Tuhan, dimana kita sekeluarga mengikuti apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita. Roh-roh perpecahan akan terus berusaha memecah belah kita, namun sebuah kesepakatan dan kerja sama tim yang kuat dalam Tuhan akan membuat kita tidak gampang diporak-porandakan iblis. Ingatlah ada Yesus ditengah-tengah kita ketika kita bersepakat bersama-sama dalam keluarga. Bukankah hal ini sungguh indah? Ikatan suami istri adalah ikatan kuat yang dimateraikan langsung oleh Tuhan sendiri. Yesus mengatakan "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu." (Matius 19:5-6a). Suami istri secara fisik memang terdiri atas sepasang orang, tapi ikatan pernikahan yang dimateraikan Tuhan secara langsung membuat mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Bukan hanya dalam satu dua hal, namun dalam segala hal, termasuk dalam memutuskan sesuatu dan bersepakat dalam mengambil keputusan. Contoh yang paling kecil saja sudah saya buktikan sendiri: betapa damai dan sejuknya keluarga ketika suami dan istri selalu ada dalam kesepakatan bersama. Ketika suami melibatkan istri, ketika istri mengambil bagian dalam keputusan-keputusan rumah tangga. Untuk yang sudah punya anak pun, mereka perlu diajak untuk bersepakat bersama-sama. Bangunlah mesbah keluarga yang kokoh sejak dini. Tanamkan keteladanan kepada anak-anak anda, saling mengasihilah, dan bersepakatlah dalam segala hal. Build a strong teamwork, unite with your family, and God will definately be there among you.
Kesepakatan antar anggota keluarga dengan melibatkan Tuhan adalah jalan yang terbaik
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
You are subscribed to email updates from renungan harian online
To stop receiving these emails, you may unsubscribe now.Email delivery powered by Google Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610
Senin, 28 November 2011
CARA PANDANG KEHIDUPAN & OPTIMISME
Cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena cara
pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan
menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya.
Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman
orang itu sendiri. Memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee.
Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam
perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah
hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui
ibunya dengan menangis, "Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya
kehilangan minyak setengah botol!" Ia sangat bersedih hati dan tidak
bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap
pesimis.
Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak.
Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya
tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia
pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, "Ooo… ibu saya tadi
terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu
pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan
separuh minyak." Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia.
Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.
Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol
minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang
ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya
tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya
dengan sangat bahagia. Ia berkata, "Ibu, saya menyelamatkan separuh
minyak."
Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga
seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah
tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata
pada ibunya, "Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang
hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol
yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu."
Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang
terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap
realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.
pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan
menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya.
Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman
orang itu sendiri. Memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee.
Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam
perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah
hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui
ibunya dengan menangis, "Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya
kehilangan minyak setengah botol!" Ia sangat bersedih hati dan tidak
bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap
pesimis.
Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak.
Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya
pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya
tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia
pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, "Ooo… ibu saya tadi
terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu
pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan
separuh minyak." Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia.
Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.
Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol
minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang
ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya
tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya
dengan sangat bahagia. Ia berkata, "Ibu, saya menyelamatkan separuh
minyak."
Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga
seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah
tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata
pada ibunya, "Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang
hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol
yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu."
Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang
terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap
realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.
Memilih untuk berbahagia & bersukacita
Memilih untuk berbahagia & bersukacita
Kita harus bersukacita & berbahagia sepanjang waktu.
dalam kesukaran2 anda, saat segala sesuatu tdk sesuai dg keinginan anda,
drpd mengasihani diri sendiri & berpikir tentang betapa tdk adilnya kehidupan memperlakukan anda,
Buatlah sebuah keputusan untuk bersukacita di dalam Tuhan.
Pilihlah untuk berbahagia! Pilihlah untuk tertawa!
Pilihlah untuk tetap penuh sukacita!
Kita harus bersukacita & berbahagia sepanjang waktu.
dalam kesukaran2 anda, saat segala sesuatu tdk sesuai dg keinginan anda,
drpd mengasihani diri sendiri & berpikir tentang betapa tdk adilnya kehidupan memperlakukan anda,
Buatlah sebuah keputusan untuk bersukacita di dalam Tuhan.
Pilihlah untuk berbahagia! Pilihlah untuk tertawa!
Pilihlah untuk tetap penuh sukacita!
Selasa, 08 November 2011
Perkataan a/ cerminan hati
Perkataanmu ADALAH CERMINAN HATIMU
Mencaci orang dgn kata-2 kotor TDK membuat orang menjadi kotor,
malah sebaliknya mengotori diri sendiri,
Sebab kata-2 kotor itu keluar dari hati & pikiran kita.
Hanya hati & pikiran yg kotor mengeluarkan kata-2 yg kotor.
Menghina orang TDK membuat orang terhina melainkan membuat hina diri sendiri,
Sebab hanya hati & pikiran yg hina akan mengeluarkan kata-2 & perilaku menghina.
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. - Matius 15:18
Menghormati orang dgn kata-2 kasih AKAN membuat diri kita dihormati & hati kita merasa damai sejahtera,
Sebab hanya hati yg damai sejahtera akan mengeluarkan kata-2 kasih.
Menguatkan orang dgn kata-2 bijak AKAN membuat diri kita menjadi kuat & pikiran kita bijak,
Sebab hanya pikiran yg bijak akan melahirkan kata-kata bijak.
Membahagiakan orang dgn kata-2 berpengharapan AKAN membuat diri kita bahagia & jiwa kita penuh harapan,
Sebab hanya jiwa yg penuh harapan dpt menyampaikan kata-2 penuh harapan.
"KATA-2 & PERBUATAN KiTA SELAIN CERMIN HATI, JUGA AKAN LAMBAT LAUN MEMBENTUK SIAPA DIRI KiTA NANTINYA!!"
Sent from my BlackBerry®
Mencaci orang dgn kata-2 kotor TDK membuat orang menjadi kotor,
malah sebaliknya mengotori diri sendiri,
Sebab kata-2 kotor itu keluar dari hati & pikiran kita.
Hanya hati & pikiran yg kotor mengeluarkan kata-2 yg kotor.
Menghina orang TDK membuat orang terhina melainkan membuat hina diri sendiri,
Sebab hanya hati & pikiran yg hina akan mengeluarkan kata-2 & perilaku menghina.
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. - Matius 15:18
Menghormati orang dgn kata-2 kasih AKAN membuat diri kita dihormati & hati kita merasa damai sejahtera,
Sebab hanya hati yg damai sejahtera akan mengeluarkan kata-2 kasih.
Menguatkan orang dgn kata-2 bijak AKAN membuat diri kita menjadi kuat & pikiran kita bijak,
Sebab hanya pikiran yg bijak akan melahirkan kata-kata bijak.
Membahagiakan orang dgn kata-2 berpengharapan AKAN membuat diri kita bahagia & jiwa kita penuh harapan,
Sebab hanya jiwa yg penuh harapan dpt menyampaikan kata-2 penuh harapan.
"KATA-2 & PERBUATAN KiTA SELAIN CERMIN HATI, JUGA AKAN LAMBAT LAUN MEMBENTUK SIAPA DIRI KiTA NANTINYA!!"
Sent from my BlackBerry®
PENGHARAPAN
PENGHARAPAN
Bacaan: Roma 15:1-13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera (Roma 15:13)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yohanes 15-18
------------------------------------------------------------------
Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.
Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah impitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan (ayat 13). Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah (ayat 1-6).
Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques salah satu dari mereka menolaknya. Katanya, "Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan". Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.
Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan --SST
------------------------------------------------------------------
HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI
MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGA KITA MENJADI BERKAT
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Bacaan: Roma 15:1-13
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera (Roma 15:13)
------------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Yohanes 15-18
------------------------------------------------------------------
Pada 5 Agustus 2010, tambang emas dan tembaga di Copiapo, Cile, runtuh. Sebanyak 33 penambang terperangkap. Regu penyelamat yang mencari mereka, nyaris putus asa. Namun, 17 hari kemudian, diketahui bahwa mereka masih hidup walau terperangkap di dalam tambang sedalam 700 meter. Dan, mereka harus sabar menanti hingga 7 minggu, sebelum mesin bor berhasil menembus lubang tempat mereka berlindung.
Ya, manusia bisa bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 4 hari tanpa minum, 4 menit tanpa bernapas. Namun, manusia tak mampu hidup bahkan selama 4 detik saja, jika ia tak punya semangat dan harapan. Itu sebabnya di tengah impitan dan tahap awal aniaya terhadap jemaat Roma, Paulus menasihati agar setiap orang percaya bergantung kepada Allah sumber pengharapan, sukacita, damai sejahtera. Di tengah tekanan sekalipun, Dia sanggup memberi kekuatan dan pengharapan (ayat 13). Maka, yang kuat dapat menolong yang lemah dan lelah. Dengan kerukunan yang demikian, orang-orang beriman itu memuliakan Allah (ayat 1-6).
Ketika dunia menganggap 33 penambang Cile itu pahlawan, dengan keras Henriques salah satu dari mereka menolaknya. Katanya, "Kita bukan pahlawan, dan jika ada pahlawan, itu adalah semangat yang diberikan Tuhan, yang membuat kami bertahan". Ternyata, semasa di dalam tambang ia membacakan sejumlah ayat Alkitab kepada teman-temannya, untuk menjaga semangat mereka.
Mari jalani hidup ini dengan penuh semangat. Apalagi untuk melakukan tugas sebagai saksi Kristus: memberkati dan menolong banyak orang di sekitar kita yang hidup dalam keputusasaan --SST
------------------------------------------------------------------
HIDUP DIBERI AGAR DIJALANI DENGAN PENUH ARTI
MAKA TUHAN MENYALAKAN SEMANGAT AGA KITA MENJADI BERKAT
------------------------------------------------------------------
Dikirim dari aplikasi Alkitabku. Unduh di http://bb.alkitabku.com
Sent from my BlackBerry®
Langganan:
Postingan (Atom)